BLOG GURU DARI RUMPIN

Senin, 08 Februari 2010

SATU LAGI PUISI HUMOR

MAAFKAN YANK..!!
(Rudi, S.Pd)

Banyak hal.....
membuat aku gak mau ke Mall, yank.
AC buat kulitku kering mengkerut
Mata gak kuat liar aurat.
Males keliling, bikin pusing.....

banyak hal.......
membuat aku malas ke Mall, yank.
jauh dari rumah.....
gak punya kendaraan....
gak punya teman kencan
gak sanggup lama di jalanan....
gak punya uang jajan

Maafkan aku, yank
bukannya aku gak sayang
tapi sumpah, aku gak punya uang


COBA DIAM !!
(Rudi, S.Pd)

Ribut terus tak kenal waktu.
teriak-teriak tanpa jemu
kerbau, kambing dipaksa bantu
telor, tomat senjatamu

Coba diam, jangan menghujat
kita ini negri beradat
lama-lama rakyat bersekat
ujung cerita malah melarat
atau malah jadi sekarat

Demokrasi jungjunglah tinggi
pijakan kita tetap religi
jangan demi unjuk gigi
korbankan cinta, atur strategi keji...

Coba diam jangan mengkritik
kendalikan hati, hindari sirik
kotak katik main politik
susah payah ciptakan intrik
buahkan masalah semakin pelik
mau jadi apa ini republik?



AYAHKU HEBAT...
(Rudi, S.Pd)

Ayahku hebat...
bukan karena  pejabat..
bukan karena orang terhormat
bukan karena konglomerat
bukan karena jago silat
bukan karena rumahnya bertingkat

Ayahku hebat....
tak mau hidup terikat
mengubah cinta jadi semangat
membela rakyat
dari ancaman hidup melarat

Ayahku hebat sekali
bukan karena selalu berdasi
bukan karena besar nyali
Bukan karena bisnis di sana sini
tapi karena ia benci korupsi

Senin, 01 Februari 2010

PUISI HUMOR

CICAK KOK LAWAN BUAYA
(Rudi, S.Pd)

Ayo lari......
ayo lari.....
cepat lari....
ada cicak berkelahi

Ayo cepat...
ayo cepat...
Cepat... cepat
cicak teriak tapi tersedak

walah... walah...
walah...walah
aduh biung.....
aduh astaga....
ada cicak lawan buaya


KENAPA...?

Kenapa kamu keluyuran ?
- Aku pengangguran....
Kenapa tidak melamar kerja..?
- ijazahnya tidak punya.
Kenapa tidak coba jadi TKI?
- Aku takut mati.
Kenapa tidak kuli tani saja ?
- aku gak bisa.
Kenapa......?
- karena aku masih balita


MALAM LEGAM

Hujan gerimis ditengah malam
sepi mencekam membuat seram
mataku penat sulit terpejam
lampu padam semakin kelam

Aku ke luar menembus malam
muka ku legam, tembok terhantam
dasar kelam begitu kejam
kotoran ayam sempat kugenggam