BLOG GURU DARI RUMPIN

Rabu, 07 Juli 2010

SEBENING RINDU SANG EMBUN

Hampir lelah kuhitung
sisa serpihan harap yang masih bersemayam
di lubuh dada dewa cinta yang dimabuk kegelisahan
dan beningnya membuat kurindu
seperti sang embun diemperan waktu
yang hanya dapat berjanji padaku

tapi aku adalah sejuta harapmu sendiri
berkejaran di riak waktu nan gemericik
menghitung jumlah cinta yang belum bisa kukalkulasikan
meski terus rindu menggebu-gebu
sebening embun di serambi rekahan kemarau batin
yang kau sisakan tanpa sengaja
dari kemarau keinginan untuk memilikimu

tapi aku adalah sejuta harapmu sendiri
yang aku sendiri tidak mengerti memilikimu
meski lama engkau sebenarnya sudah tertanam di situ
di hamparan sapana batin yang mulai meragu
tapi percayalah
aku masih merindukanmu
sebening rindu sang embun malam
pada ilalang liar di sapana kegelapan
milik kita, kau dan aku