Malam ini kuberharap penuh pada Ilahi
berpasrah diri diantara sepi
menelusuri perjalanan masa lalu yang kulewati
menghitung salah dan alfa yang kutoreh di antara arung waktu tertapaki
dari ketidak sengajan atau bahkan kesengajaan di hati
Ini bukti cintaku pada-Mu
Kusujud simpuh meski di dada penuh malu
meminta kau lebur noda-dosa masa lalu
untuk kau sucikan batinku dengan cinta tulus-Mu
yah hanya dengan cinta-Mu
Malam ini aku besimpuh luruh
menyerahkan semua seisi tubuh
yang terlanjur basah segala salah laksana peluh
Aku bersudjud di sepanjang malam ini
menanti janji
dari kesucian hati
yang Kau ucap lebih baik dari seribu bulan yang kunanti
moga kuraih maaf-Mu sebagai pengganti
mengembalikan diri seperti bayi
Senin, 30 Agustus 2010
Selasa, 17 Agustus 2010
NAPAS 65 NEGERIKU YANG SEPI
Entah apa ini
hari ini 65 tahun yang lalu
pekik merdeka penuh tangis haru
dianata tetes peluh perjuangan bercampur darah
bukti setia putra pertiwi
hari ini mengapa sepi.....
geliat merdeka seakan terlupa
dikubur dengan berjuta kisah pahit perjalanan anak bangsa
korupsi di mana-mana
harga mencekik sesakan nafas
berjuta janji menjadi dusta
mungkin itu yang membuat bisu hari ini
mentari pun enggan menyinari
ia hanya mengintip malu di balik awan
bahkan kemudian mentari basah teriram hujan
laksana tangisan dari berjuta luka yang membeban
Kisah merdeka menjadi dongeng usang
tak melakat di hati generasi sekarang
kalah oleh cerita kartun dan sinetron murahan
bahkan tersingkir oleh kisah selebritis yang ramai di persidangan
Mau kemana negeri ini setelah 65 ?
Kemiskinan tersebar di mana-mana
pengangguran meraja lela
kejahatan mencekam kejam
mau jadi apa?
Bangkitlah negeriku..!!
Maujula maju...!!
Sejahterakan rakyatmu.
agar nafas merdeka terasa di hati kita
hari ini 65 tahun yang lalu
pekik merdeka penuh tangis haru
dianata tetes peluh perjuangan bercampur darah
bukti setia putra pertiwi
hari ini mengapa sepi.....
geliat merdeka seakan terlupa
dikubur dengan berjuta kisah pahit perjalanan anak bangsa
korupsi di mana-mana
harga mencekik sesakan nafas
berjuta janji menjadi dusta
mungkin itu yang membuat bisu hari ini
mentari pun enggan menyinari
ia hanya mengintip malu di balik awan
bahkan kemudian mentari basah teriram hujan
laksana tangisan dari berjuta luka yang membeban
Kisah merdeka menjadi dongeng usang
tak melakat di hati generasi sekarang
kalah oleh cerita kartun dan sinetron murahan
bahkan tersingkir oleh kisah selebritis yang ramai di persidangan
Mau kemana negeri ini setelah 65 ?
Kemiskinan tersebar di mana-mana
pengangguran meraja lela
kejahatan mencekam kejam
mau jadi apa?
Bangkitlah negeriku..!!
Maujula maju...!!
Sejahterakan rakyatmu.
agar nafas merdeka terasa di hati kita
Dewa Pelangi Jingga
Di jingga langit temaram kau diam
membisu tanpa syair yang mengalun berpuisi
di antara rintik hujan dijingganya hati
basuhi luka dari sanubari yang sulit diganmbarkan dengan rindu
dewaku pelangi jingga adalah jelita khayal di pelupuk penantian
bernyanyi tentang sepi yang tak berhujung
bagai ringkikikan cinta tak terjawab
seusia do'a di malam sunyi senyap
Kau pelangi jingga diantara hamparan sisa nestafa
kurajut lagi walau hampa
menanti dewa yang tak pernah bertitah meski hanya satu kata
yang kerap kupinta di sela hujan kepedihan luka lama
dari dusta yang kau hujamkan sampai jauh ke jantung
membuatku letih berharap kau mencintaiku lagi
Kau pelangi jinggaku
yang membisu tanpa syair do'a dan permohonan
tapi aku tetap cinta kau
meski pedih terasa perih
diantara rinai hujan penyesalan
yang kuhaturkan padamu
duhai jinga pelangiku
membisu tanpa syair yang mengalun berpuisi
di antara rintik hujan dijingganya hati
basuhi luka dari sanubari yang sulit diganmbarkan dengan rindu
dewaku pelangi jingga adalah jelita khayal di pelupuk penantian
bernyanyi tentang sepi yang tak berhujung
bagai ringkikikan cinta tak terjawab
seusia do'a di malam sunyi senyap
Kau pelangi jingga diantara hamparan sisa nestafa
kurajut lagi walau hampa
menanti dewa yang tak pernah bertitah meski hanya satu kata
yang kerap kupinta di sela hujan kepedihan luka lama
dari dusta yang kau hujamkan sampai jauh ke jantung
membuatku letih berharap kau mencintaiku lagi
Kau pelangi jinggaku
yang membisu tanpa syair do'a dan permohonan
tapi aku tetap cinta kau
meski pedih terasa perih
diantara rinai hujan penyesalan
yang kuhaturkan padamu
duhai jinga pelangiku
Minggu, 01 Agustus 2010
SEPARUH KEMAUAN DI HATI
Masih ada butir harap yang kusimpan
butir itu kucumbui dalam penantian panjang
agar semua harap menjadi tumbuh kembang
berbuah kenyataan
Separuh kemauan yang tersisa sirna
dihempas nestafa dari penantian panjang
tanpa hujung di tepi kesudahan
hingga menjadi ketidak pastian yang kupetik kini
membuatku jemu
mengakhiru semua dengan amarah
Separuh kemauan di hati
di sisi lain yang tidak pernah terkabulkan lewat janji
kubawa pergi entah kemana kini
biar kuhitung saja waktu dari sisa kemauan
meski tetap tak terkabulkan jua
butir itu kucumbui dalam penantian panjang
agar semua harap menjadi tumbuh kembang
berbuah kenyataan
Separuh kemauan yang tersisa sirna
dihempas nestafa dari penantian panjang
tanpa hujung di tepi kesudahan
hingga menjadi ketidak pastian yang kupetik kini
membuatku jemu
mengakhiru semua dengan amarah
Separuh kemauan di hati
di sisi lain yang tidak pernah terkabulkan lewat janji
kubawa pergi entah kemana kini
biar kuhitung saja waktu dari sisa kemauan
meski tetap tak terkabulkan jua
Langganan:
Komentar (Atom)
