BLOG GURU DARI RUMPIN

Kamis, 19 Mei 2011

KALAU SAJA AKU BISA

mentari sinari pagi lewat sanubari
tak jua bisa ia redakan duka di jiwa
setelah semua prahara kuputus tanpa penyelesaian
kami tak sanggup menaiki terjal  bukit
kami tak mampu arungi samudra berbadai-badai
namun kami tetap ingin sejiwa di perjalanan
meski pedih perih itu membekas abadi

kalau saja aku bisa seperti embun
sejukkan jiwa dalam membara ketidak serasian kita
segarkan gersang di hamparan padang pasir ke egoan kita
jernihkan keruh di batin yang sulit dicarikan penyebabnya
karena kita sama-sama tidak mau mencairkan kebekuannya
tapi mentari tetap bersinar
hangatkan jiwa kita yang lama panas di bakar duka
duka yang kita ciptakan perlahan, sedikit demi sedikit
dan akhirnya kini memenuhi jiwa raga sampai meluap di sanubari kita

kalau saja aku bisa
memelukmu erat-erat
memberimu perubahan persepsi tentang aku
tentang petualangan tanpa batas yang kuarungi dulu
dan kau mau sedikit saja meluangkan waktu bercerita
bersama angin
bersama gemerincik air di sungai
bersama cinta yang kita punya
yang selama ini kau simpan dalam-dalam
kemudian membeku
membatu tanpa bisa kita cairkan
mungkin ceritanya akan berubah
halaman-halaman baru kan tercurah sudah
bait-bait baru tercurah sudah
namun semua tak jua dapat kita ciptakan
karena buku itu tak pernah sanggup kita buka lagi
tak pernah sanggup kita baca lagi

Kamis, 05 Mei 2011

SENADA KERINDUAN YANG MENGALUN

bukan sekedar janji yang kupinta saat bintang benderang
bukan bujuk rayu yang kumau saat rembulan terangi malam
bukan.....
bukan itu keinginanku
aku rindu kau.....
rindu senyum manismu saat kau menangis bahagia
rindu cerita masa lalu yang kita lukis di kanfas jiwa kita
rindu segenap ketulusanmu menerima segala kekuranganku

bukan sekedar rindu yang kini membuatku tak berdaya
bukan sekedar cinta yang ingin kupinta padamu segala
tapi kuingin kau kembali berlagu merdu diirama cintaku
bernyanyi berama tentang balada kepolosan kita
berlarian di halaman sekolah berkejaran tanpa kenal lelah
tertawa hingga air mata tak terasa basahi kelopak mata kita
semua terasa indah

dan kini.......
senada kerinduan yang mengalun
di sungai bening cinta kita yang terlupakan sudah
yang tak pernah tertulis di buku harian kita
karena kita sudah mengganti buku itu saat terakhir pertemuan dulu
mengantinya dengan buku harian lain yang tak lagi berani menuliskan namamu
karena nama-nama yang lain berganti-ganti terpaksa mengisi halaman baru
hingga kita semakin jauh dipisahkan oleh dinding ketidak berdayaan
kau dan aku mengakhiri semuanya
hingga tak pernah berharap tuk kembali seperti dulu

namun kau tiba-tiba datang
membawa serangkai kisah yang kau pendam
tentang aku dan kau selama perjalanan panjangmu
aku jadi rindu
rindu melukis wajah cerita kita lagi

dan kini............
senada kerinduan yang mengalun
aku tak sanggup berharap
karena harapku kini tlah dibatasi oleh cinta lain
cinta yang kujalin beberapa waktu setelah perpisahan kita
perpisahan yang penuh derai air mata
tanpa janji
tanpa do'a yang bisa mempertemukan kita
sebab kita tak sanggup tuk melakukannya
kau dan aku harus mengakhiri semua kisah
selamanya
ya...selamanya

SISI RUANG KEHAMPAAN JIWA

Tiada hujan yang tak menghantarkan dingin
karena derai angin bersamanya seiring
membawa tetes air bersama awan yang menggulung
dan menghampiri ruang kehampaanku di sudut senyap
setelah kusadar bahwa syair jiwa hilang bersama dinginnya hujan

Tapi kau datang sesaat kemudian
menggoda rasa di relung sisi jiwa
ciptakan ruang kehampaan yang semakin dalam
di di jawa tanpa nada
tanpa puisi yang kerap memperolok kebodohanku

sisi ruang kehampaan membelenggu
memberi luka di kalbu teramat suci
tersiram hujan pula sehingga menggigil
mengecil beku tanpa rasa
mendobrak sisi ruang kehampaan jiwa yang semakin nestapa

Kamis, 03 Februari 2011

MILIK-MU SELAMANYA

kau buah cintaku
tercipta bagai bunga di taman hidupku
berikan suka-duka dari semerbak cinta kasih nan mendayu
tapi bukan milikiku
bukan kepunyaanku
hanya sebanatas membawamu sampai batas waktu tertentu
kemudian Kau jua yang kan menjadi penentu

kau manis ranum buah keinginan
dari rangkaian do'a yang kurangkaikan
agar kelak menjadi insan membanggakan
tapi buka milikku
bukan kepunyaanku
hanya sebatas memberimu batas dan rambu-rambu
kemudian Kau jua yang akan menjadi pemandu

kau energi  langkah penuh perjuangan
menyibak duri dan halangan
dari dera ombak dan badai kehidupan
pemberi nutrisi keberanian
menghadapi hidup yang penuh dengan deraan
Tapi bukan milku
bukan kepunyaanku
hanya sebatas menuntutmu sampai kepintu waktu
kemudian Kau jua yang akan menjadikannya inang atau benalu

kau motivator jiwaku tuk mengembara
mencari cinta tuk diterjemahkan meski penuh luka
dan kuyakin kau milik-Mu selamanya
selama-lamanya


Jumat, 05 November 2010

PANTASKAH KAU KUCINTAI

Kukenal kau sejak kita diterminal kecil sisi Jakarta yang kotor
kau cerita banyak tentang perjalanan pahit
menelusuri rimba kehidupan yang membuatmu sakit
hingga terjatuhlah kau di hitam kelamnya dunia malam
mencari sisa harap yang lama ternoda karena dusta sang fatamorgana

Kau kukenal saat menangis di sudut terminal kecil sisi Jakarta yang kejam
yang telah menukar segala milikmu dengan noda nestafa
yang terus tanpa dapat kau hentikan berjalan bagai aliran air
bahkan semakin deras
karena kebutuhanmu semakin menindas

Kau kukenal saat nyatakan cinta padaku, di terminal kecil sisi Jakarta yang jorok
sejorok cinta yang tiba-tiba menyelinap di hati
dan meluncur menembus jantungmu lewat bawah alam sadarku

Kau kupeluk saat tersedu di terminal kecil sisi Jakarta penuh dengan tanda tanya
dan berjuta tanya itu kusantap tanpa jawab
hingga tersisa satu tanya, yang juga tak dapat kujawab
"pantaskah Kau Kucintai?"

DENGAR TERIAKKU YANG TANPA SUARA

Membisu di penantian tanpa kata
kau tiada
kau begitu tega
dan aku ingin teriakan kerinduanku hingga menembus langit
meluncur ke angkasa tanpa batas
agar kau dengar
agar kau dengar
lantas sadar bahwa kita masih satu
masih memiliki rasa meski mulai hampa

Diam aku di gerbang momumen cinta kita
yang disitu tersimpin syair puisi kita
dari ungkapan kasih yang pernah bersemi
dan kini kau bawa pergi
membuat aku ingin teriak
menembus langit tanpa batas
meluncur sampai keangkasa raya
meski tanpa suara
karena suara itu telah ikut kau bawa pergi
pergi selamanya

Senin, 30 Agustus 2010

MALAM SERIBU BULAN

Malam ini kuberharap penuh pada Ilahi
berpasrah diri diantara sepi
menelusuri perjalanan masa lalu yang kulewati
menghitung salah dan alfa yang kutoreh di antara arung waktu tertapaki
dari ketidak sengajan atau bahkan kesengajaan di hati

Ini bukti cintaku pada-Mu
Kusujud simpuh meski di dada penuh malu
meminta kau lebur noda-dosa masa lalu
untuk kau sucikan batinku dengan cinta tulus-Mu
yah hanya dengan cinta-Mu

Malam ini aku besimpuh luruh
menyerahkan semua seisi tubuh
yang terlanjur basah segala salah laksana peluh

Aku bersudjud di sepanjang malam ini
menanti janji
dari kesucian hati
yang Kau ucap lebih baik dari seribu bulan yang kunanti
moga kuraih maaf-Mu sebagai pengganti
mengembalikan diri seperti bayi