Di jingga langit temaram kau diam
membisu tanpa syair yang mengalun berpuisi
di antara rintik hujan dijingganya hati
basuhi luka dari sanubari yang sulit diganmbarkan dengan rindu
dewaku pelangi jingga adalah jelita khayal di pelupuk penantian
bernyanyi tentang sepi yang tak berhujung
bagai ringkikikan cinta tak terjawab
seusia do'a di malam sunyi senyap
Kau pelangi jingga diantara hamparan sisa nestafa
kurajut lagi walau hampa
menanti dewa yang tak pernah bertitah meski hanya satu kata
yang kerap kupinta di sela hujan kepedihan luka lama
dari dusta yang kau hujamkan sampai jauh ke jantung
membuatku letih berharap kau mencintaiku lagi
Kau pelangi jinggaku
yang membisu tanpa syair do'a dan permohonan
tapi aku tetap cinta kau
meski pedih terasa perih
diantara rinai hujan penyesalan
yang kuhaturkan padamu
duhai jinga pelangiku
Selasa, 17 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar